Latar Belakang

Diam & Dengarkan atau Serial Heal the World adalah project yang tercetus pada saat awal pandemi. Sebagai sebuah perusahaan, Anatman Pictures juga merasakan dampak dari pandemi, tidak ada pekerjaan komersial yang masuk. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuat sebuah serial dokumenter yang sebenarnya sudah saya pikirkan sejak lama. Sebuah dokumenter yang menyampaikan pesan-pesan mengenai lingkungan yang dibuat untuk audiens Indonesia. Akhirnya, ide tersebut terealisasi di saat yang unik seperti ini. 

Yang menarik, ternyata respon yang kami terima dari episode pertama sangat baik. Dalam perjalanannya, banyak pihak yang bersedia untuk membantu dan terlibat dalam serial dokumenter ini. Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk membuat film panjang, sebuah omnibus, agar pesan-pesan dari seluruh episode yang ada bisa tersampaikan dengan baik tanpa terputus.

Saat pandemi, kami yang biasanya syuting, jadi tidak bisa ke mana-mana dan hanya bisa melakukan wawancara melalui aplikasi Zoom. Karena tidak bisa mengambil b-roll, kami hanya bisa memakai footage public domain, creative common, menggunakan asas Fair Use, dan menerapkan pengetahuan tentang copyright kami di sini.

Kami juga menggunakan motion graphic dan infografis untuk membantu penonton supaya lebih gampang mencerna informasi. Satu yang harus kami maksimalkan agar production value-nya tetap terjaga adalah kualitas audionya. Sound design dan scoring music tetap kami olah sebaik mungkin layaknya produksi kami dalam situasi normal.

Narasi menjadi hal yang penting untuk ditonjolkan. Untuk pemilihan narasumber, kami meminta bantuan kepada orang-orang yang kredibel di bidangnya. Bersyukur kemudian banyak aktor dan aktris yang sama-sama peduli, dan mau berkontribusi untuk menjadi narator di film ini. Emosi dari pesan-pesan yang ada dibawakan dengan sangat menyentuh.

Kalau mau jujur, sebenarnya semua pengetahuan yang ada di serial dokumenter ini tidak ada yang baru dan orisinil. Film ini hanya  berisi pengetahuan umum yang populer, merangkum fenomena yang ada dan disesuaikan dengan audiens Indonesia. Tujuan kami hanya ingin meneruskan suara-suara yang ada di alam semesta ini. Suara-suara orang yang memperjuangkan lingkungan. 

Kami menggunakan lisensi creative commons untuk Diam & Dengarkan, dan Anatman Pictures tidak mengklaim copyright dari film ini. Kami tidak me-monetize ataupun mengambil keuntungan dari film dan serial dokumenter ini.


Kami ingin semua teman-teman yang menonton dokumenter ini, bisa meneruskan pesan yang mereka dapat dengan cara apapun yang mereka mau. Semua orang boleh men-download film ini, semua orang boleh mem-publish ulang di channel masing-masing, semua orang boleh mengedit ulang, karena Diam & Dengarkan, juga Heal the World adalah karya kolektif kita bersama. Karya kolektif umat manusia.

 

 

 

-Mahatma Putra
 

  • webicon2
  • YouTube
  • Instagram
  • Facebook